Pengamatan Bahasa Anak Usia 7 Tahun
Nama :
Yulia Afiska Putri
NIM : A1D117028
Ruang :R001
E-mail :
yuliaafiskaputri@gmail.com
Pengamatan Bahasa Pada Anak Usia 7 Tahun
Pengantar
Penggunaan
bahasa pada manusia berkembang secara bertahap sesuai dengan bertambahnya usia,
pada umumnya semakin bertumbuh usia, semakin kmpleks pula pajanan bahasa
seseorang.
Bahasa
merupakan bentuk komunikasi seseorang dalam menyampaikan informasi atau tindakan
yang akan dilakukan kepada orang lain. Perkembangan bahasa dibagi atas dua periode
besar yaitu : periode
Pralinguistik
(0-1tahun)
dan
Linguistik
(1-5
tahun).
Mulai
periode
linguistik ini lah
mulai
saat
anak
mengucapkan
kata-kata yang,
pertama.
Yang
merupakan saat
paling menabjubkan
bagi
orang
tua.
Terdapat perbedaan yang signifikan antara pengertian Bahasa dan berbicara. Bahasa mencakup segala bentuk komunikasi, baik yang’ diutarakan dalam bentuk lisan. tulisan, Bahasa isyarat, Bahasa gerak. Sedangkan bicara adalah Bahasa lisan yang merupakan bentuk yang paling efektif untuk berkomunikasi, dan paling penting serta paling banyak dipergunakan. Perkembangan Bahasa tersebut selalu meningkat sesuai dengan meningkatnya usia anak. Orang tua sebaiknya selalu memperhatikan perkembangan tersebut, sebab pada masa ini, sangat menentukan proses belajar. Hal ini dapat dilakukan dengan memberi contoh yang baik, memberikan motivasi pada anak untuk belajar dan sebagainya. Orang tua sangat bertanggung jawab atas kesuksesan belajar anak dan seyogianya selalub erusaha meningkatkan potensi anak agar dapat berkembang secara maksimal. Pada gilirannya anak akan dapat berkembang dan tumbuh menjadi pribadi yang bahagia karena mulai berkomunikasi dan dapat mengutaran
hal-hal yang ingin disampaikannya. (Kurniati, E. 2017 : 47).
Maka dari hal tersebutlah penulis tertarik untuk meneliti
penggunaan bahasa pada anak usia 7 tahun.
Pembahasan
Muhammad Afif, anak berusia 7 tahun yang menjadi objek
pengamatan dalam penggunaan bahasa oleh penulis. Pada saat pengamatan afif sedang
bermain sendiri di teras rumah. 5 menit pertama afif selalu berbicara dengan
benda mati atau mainan yang ia pegang. Sambil memainkan mainannya ia mengajak
berbicara pengamat, dengan menggunakan bahasa daerah Jambi “Kapan kakak balek,
kuliah?”, kemudian pengamat menjawab dengan menggunakan bahasa Indonesia yang
bertujuan apakah Afif juga akan menggunakan bahasa Indonesia ketika lawan
bicaranya menggunakan bahasa Indonesia. Pengamat menjawab “Mau kuliah besok
senin, jadi kakak pulang nanti”. Namun respon Afif tetap menggunakan bahasa
Jambi yang kental yaitu dengan jawaban “Ado-ado bae kakak ni, dak usahlah balek,
besok be”. Melihat hal ini sesuai dengan pendapat Comsky (1957) bahwa Evolusi biologis menjadi salahsatu landasan perkembangan bahasa. Mereka menyakini
bahwa
evolusi
biologi
membentuk manusia
menjadi
manusia
linguistik.
Noam
Chomsky
(1957)
meyakini
bahwa
manusia
terikat
secara
biologis
untuk
mempelajari
Bahasa pada
suatu
waktu
tertentu
dan
dengan
cara
tertentu. Menurut teori
ini,
jika
orang
berimigrasi
setelah
berusia
12
tahun
kemungkinan
akan
berbicara
Bahasa negara
yang
baru
dengan
aksen
asing
pada
sisa
hidupnya,
tetapi
kalua orang
berimigrasi
sebagai
anak
kecil,
aksen
akan
hilang
ketika
Bahasa baru
akan
dipelajari(Asher&Gracia,1969).
Teori
sejalan dengan pengamatan bahwa Afif yang notabennya orang Jawa, hidup dalam
lingkungan Jawa dan menggunakan bahasa Jawa pada usia 1 tahun pindah ke Jambi
dimana pada usia tersebut anak baru berada pada tahap pemerolehan bahasa,
sehingga bahasa yang ia peroleh yaitu bahasa Jambi yang kental, karena
lingkungan dan bahasanya telah berubah. Dan juga orang tuanya yang merupakan
orang dewasa juga sudah mulai kurang menggunakan bahasa Jawa.
Daftar Pustaka
OrmrodJ.E.,2008,PsikologiPendidikan.AlihBahasaAmityaKumara,Jakarta:Erlangga.
Sunny,PengertianPsikologPendidikan,http://ilmupsikologi.blogspot.com/2009/05/pengertian-psikologi-pendidikan.html19Maret2013
Komentar
Posting Komentar